Rabu, 05 Oktober 2022

Ngapain Perempuan Sekolah Tinggi, Ujungnya juga dapur?



Di Indonesia, di era teknologi yang canggih ini sayangnya  pemikiran masyarakatnya masih tumpul. Banyak sigma tentang “Ngapain sih perempuan sekolah terus, lah toh ujungnya di dapur juga?”, sigma seperti ini yang membuat wanita tidak open minded dan beranggapan laki-laki yang harus bisa semuanya, laki-laki yang harus lebih tinggi  pendidikannya, laki-laki dan laki-laki. Dan lucunya mereka yang pemikirannya tumpul berfikiran bahwasanya kalau perempuan sekolah tinggi maka susah mendapatkan jodoh dan banyak laki-laki yang minder.

Perjuangan R.A Kartini untuk memperjuangkan emansipasi perempuan dulu ternyata disingkirkan oleh pemikiran-pemikiran yang tumpul. Pada dasarnya semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan tinggi baik itu laki-laki maupun perempuan. Dalam Islam kewajiban menuntut itu wajib bagi setiap muslim dan tidak ada keterangan untuk laki-laki maupun perempuan.

Sebenernya untuk apa sih perempuan berpendidikan tinggi? Ya,memang benar perempuan akan menjadi ibu dan akan berkecimpung di dapur, kasur, dan sumur. Tapi apa alasannya mengapa pendidikan bagi perempuan itu sangat penting?

Alasan yang pertama adalah mengembangkan diri dan membangun generasi. Wanita belajar atau berpendidikan tinggi bukan untuk menandingi laki-laki loh. Belajar adalah salah satu cara untuk mengembangkan diri. Di era teknologi 4.0 ini keadaan menuntut untuk bisa update teknologi yang ada.

Alasan yang kedua adalah mendidik generasi setelahnya. Ketika perempuan menjadi ibu, perempuan juga butuh ilmu. Jika seorang perempuan itu tidak punya ilmu, apa yang ingin ia ajarkan atau bekalkan kepada anaknya?, ibu adalah sekolah pertama anaknya, jika sekolah pertama anaknya hancur maka hancur juga tangkapan pertama anak.

Dan ingat bahwasanya berkecimpung di dapur dan pendidikan tinggi itu keharusan bagi setiap orang. Tetapi pertanyaan, dapur seperti apa yang ingin kamu ciptakan? Jika kamu memiliki pendidikan yang tinggi apakah dapurmu sama seperti dapur orang biasa?

 

-Hanya Pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan-

 


 

Tidak ada komentar:

Sainganmu itu umur orang tuamu

Semakin beranjak dewasa, pikiran apapun selalu berkecamuk. Yang dulu ketika kecil, kita selalu mengatakan cita-cita dan keinginan di masa de...