Jumat, 18 November 2022

Sainganmu itu umur orang tuamu


Semakin beranjak dewasa, pikiran apapun selalu berkecamuk. Yang dulu ketika kecil, kita selalu mengatakan cita-cita dan keinginan di masa depan, tetapi ketika dewasa impian itu semakin tertumpuk. Bertambahnya umur membuat kita sadar bahwasanya ada manusia yang berjasa juga yang sedang bertambah umur.

          Orang tua sudah menua dan kita belum menjadi apa-apa. Dulu kita pikir ketika dewasa kita bisa membanggakannya. Tapi kenyataannya kita masih membebani dan merepotkan mereka hingga saat ini. Wajah ayah dan ibu yang kita lihat sekarang ini, tidak seperti wajahnya yang kita lihat saat kecil. Semakin mengkerut wajahnya semakin menandai umurnya yang sudah tua. Keletihan yang selalu mereka sembunyikan dibalik senyumnya dan balik matanya.

 Jadi sekarang sainganmu itu bukan orang yang seumuran sama kamu, bukan temanmu dan bukan juga image public, sainganmu yang sebenarnya adalah umur orang tuamu.Dan ingatlah bahwasanya kesuksesanmu bukan karena kehebatanmu tetapi ada kehebatan doa orang tuamu. “Yah,Mah tunggu kesuksesan anakmu ini agar kalian dapat melihat perjuangan dan pengorbanan yang tak sia-sia”ucap sang anak sembari melihat fotomu dari kejauhan.

 

Jumat, 04 November 2022

Agnostik?

 


Setelah kemaren melihat podcast Denny Sumargo yang sedang berbincang dengan Coki Pardede tentang keyakinan yang dianut olehnya. Tenyata Coki ini bukan agnostik  melainkan ateis, apa sih sebenarnya perbedaan dari agnostic dengan ateis?.Penjelasan ateis  sudah dibahas pada postingan sebelumnya.

Agnostik adalah orang yang memiliki pandangan bahwa ada atau tidaknya Tuhan merupakan  hal  yang tidak dapat diketahui. Mereka beranggapan bahwa keberadaan Tuhan adalah sesuatu yang tidak dapat dinalar oleh akal dan keberadaan tuhan merupakan hal yang tidak dapat diketahui oleh cara apapun.Sedangkan Atheisme adalah orang yang memiliki pandangan bahwa tuhan atau dewa itu tidak ada. Dan atheisme adalah paham yang menyangkal sama sekali keberadaan Tuhan karena tidak dapat dibuktikan secara empiris ataupun logis akan keberadaannya. Agnostik menyakini bahwasanya ada yang lebih kuat daripada Tuhan yaitu alam semesta dan atheis lebih mengacu pada tindakan daripada pemkiran. Ateis terbagi menjadi dua yaitu ateis agnostic dan gnostic. Ateis gnostik adalah tidak mempercayai Tuhan dan bisa membuktikan pandangan ini, ateis agnostic adalah orang yang tidak percaya Tuhan dan tidak dapat membuktikannya.

Pada intinya keyakinan ini sangat bertentangan dengan Negara dan agama kita yang bersandar pada sila pertama pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”.



Sainganmu itu umur orang tuamu

Semakin beranjak dewasa, pikiran apapun selalu berkecamuk. Yang dulu ketika kecil, kita selalu mengatakan cita-cita dan keinginan di masa de...