Apa
itu atheis? Siapakah itu atheisme? Dari sumber Wikipedia bahwasanya atheisme
adalah sebuah pandangan filosofi yang percaya tidak adanya keberadaan Tuhan dan
dewa-dewi ataupun penolakan terhadap atheisme yang disertai dengan klaim. Dalam pengertian
yang paling luas, ia adalah kepercayaan bahwa tidak adanya keberadaan dewa dan
Tuhan.
·
Mengapa orang cerdas cenderung
atheis?
Karena orang
cerdas tidak berhenti bertanya sampai ia menemukan atau menyimpulkan suatu
permasalahan yang ada.
·
Mengapa rata-rata negara maju
cenderung banyak yang ateis?
Dari buku God
is Dead bahawasanya negara maju itu sudah semakin individualis, dan sikap
individualis adalah elemen yang paling kuat untuk menolak sifat komunal dari
kehidupan beragama. Individualisme menolak komitmen, agama mengajarkan
komitmen.
·
Mengapa atheisme tidak diakui di
Indonesia?
Atheisme tidak
diakui di Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan sila pertama yaitu
Ketuhanan yang maha Esa. Maka dari itu atheisme tidak pernah diakui oleh undang-undang Indonesia. Karena
sangat bertolak belakang dengan ideologi pancasila.
Suatu kisah terdapat seorang pemuda
atheis yang memasuki masjid dan ingin bertanya dengan syarat jawaban dari
pertanyaan tersebut berasal dari akal bukan dari dalil. Pertanyaan tersebut
sebagai berikut :
1.
Siapa yang menciptakan Allah?
Bukankah semua yang ada di dunia ini karena ada penciptanya? Bagaimana Allah
ada jika tidak ada penciptanya?
2.
Bagaimana caranya manusia bisa makan
dan minum tanpa buang air? Bukankah itu janji Allah di surga?
3.
Jika iblis terbuat dari api,
bagaimana Allah bisa menyiksanya di neraka? Bukankah neraka juga dari Api?
Ada seorang pemuda yang menjawab pertanyaan seorang atheis tersebut
menggunakan akalnya.
1.
Apakah engkau tahu dari manakah
angka 1 berasal? Sebagaimana angka 2 yaitu dari 1+1 atau 4 yaitu 2+2?
Pemuda itu mengatakan “ Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan
tunggal. Tetapi dia bisa menciptakan angka lain, tapi dia tidak tercipta dari
angka apapun. Lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal
yang Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan?”.
2.
Saya ingin bertanya kepadamu, apakah
ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang
kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita
dulu? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air di
dalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Surga kita akan makan dan
minum juga tanpa baung air?
3.
Setelah itu pemuda itu menampar sang
atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memgang
pipinya, sang atheis pun marah-marah kepada pemuda itu. Tapi pemuda itu
menjawab : “ Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah. Dan pipi
anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga. Lalu jika keduanya dari kulit dan
tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar? Bukankah keduanya juga
tercipta dari jenis yang sama?”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar