Semakin beranjak dewasa, pikiran apapun selalu berkecamuk. Yang
dulu ketika kecil, kita selalu mengatakan cita-cita dan keinginan di masa
depan, tetapi ketika dewasa impian itu semakin tertumpuk. Bertambahnya umur
membuat kita sadar bahwasanya ada manusia yang berjasa juga yang sedang
bertambah umur.
Orang tua sudah
menua dan kita belum menjadi apa-apa. Dulu kita pikir ketika dewasa kita bisa
membanggakannya. Tapi kenyataannya kita masih membebani dan merepotkan mereka
hingga saat ini. Wajah ayah dan ibu yang kita lihat sekarang ini, tidak seperti
wajahnya yang kita lihat saat kecil. Semakin mengkerut wajahnya semakin
menandai umurnya yang sudah tua. Keletihan yang selalu mereka sembunyikan
dibalik senyumnya dan balik matanya.
Jadi sekarang sainganmu itu
bukan orang yang seumuran sama kamu, bukan temanmu dan bukan juga image public,
sainganmu yang sebenarnya adalah umur orang tuamu.Dan ingatlah bahwasanya
kesuksesanmu bukan karena kehebatanmu tetapi ada kehebatan doa orang tuamu. “Yah,Mah
tunggu kesuksesan anakmu ini agar kalian dapat melihat perjuangan dan
pengorbanan yang tak sia-sia”ucap sang anak sembari melihat fotomu dari
kejauhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar