Jumat, 12 Agustus 2022

Alangkah Lucunya Negeri Ini

 

           Beberapa hari yang lalu media social dihebohkan dengan kasus kematian Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat yang meninggal dengan keadaan mengenaskan di rumah dinas eks Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo. Diduga kasus kematiannya dikarenakan pembunuhan  berencana.Karena banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang ditidak masuk akal Seperti Luka di Tubuh Brigadir J yang Mencurigakan, Tuduhan Brigadir J Melakukan Pelecehan,  Keluarga tidak diperbolehkan untuk melihat jenazahnya, CCTV disekitar TKP hilang, Handphone milik Brigadir J Hilang dan sebagainya. Pihak keuarga Brigadir J meminta kepada pihak yang berwenang untuk menyelesaikan dan menyelidiki kasus ini.

           Lamanya proses penyelidikan membuat warga Indonesia terheran,sehingga  Menteri Koordinator hukum, politik, dan keamanan buka suara atas kasus ini. Mahfud menyebutkan bahwa Polri mempunyai ribuan satuan kerja di seluruh Indonesia. Dari ribuan satuan kerja itu, kata Mahfud, 100.000 pengamanan dilakukan Polri setiap harinya. 

"Lalu ada satu kasus gini (pembunuhan Brigadir J) masa tidak bisa dibuka, wong (orang) yang ratusan ribu aja diamankan , diselesaikan dengan baik." Ucap Mahfud di Satu Meja Kompas TV.

     Saat ini pengungkapan kasus Brigadir J menemukan titik terang, Komjen Agus Andrianto menetapkan empat orang tersangka yaitu Bharada RE berperan sebagai eksekutor penembakan Brigadir J, Bripka RR turut membantu dan menyaksikan penembakan korban, Tersangka KM juga ikut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J, Irjen Pol FS menyuruh melakukan penembakan Brigadir J. Para tersangka tersebut diancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun.

          Alangkah lucunya negeri ini ketika penegak hukum menjadi pelaku dan dalang dalam kasus ini.  Kasus ini menurunkan kepercayaan warga kepada polisi, polisi yang seharusnya menangani kasus ternyata terjerat kasus. Kepada siapa lagi warga harus mengadu tentang negeri ini?, seperti ibarat kaca yang jatuh , ketika ingin disatukan kembali ternyata tidak akan mungkin menjadi sempurna, itulah kepercayaan warga terhadap polisi. Cepat sembuh Indonesiaku, semoga hukum di negeri ini pulih.

Tidak ada komentar:

Sainganmu itu umur orang tuamu

Semakin beranjak dewasa, pikiran apapun selalu berkecamuk. Yang dulu ketika kecil, kita selalu mengatakan cita-cita dan keinginan di masa de...